Saturday, February 6, 2010

The confused mind of a mum-to-be

I'm so not in the mood to start writing the thesis. Been gently forced to adhere strictly on self-discipline. No matter how hard I tried, still I couldn't afford to kill two birds with one stone. There's no way one can focus on writing and working in the lab at the same time.

This growing belly is affecting my performance from day to day, which is definitely not up to par. My one-track mind is wandering on the thought of the painful labour, my baby and life ahead after the baby's born. Sometimes I wish for the baby to come out sooner. But then again, there are too much work pending...

Hopefully that moment will come for me to kiss that cute little finger, so I can feel on top of the world again.... insyaAllah.

May Allah give me strength to be a good mum. Amin.

Wednesday, December 30, 2009

Dosa yang lebih besar dari berzina

Dari http://www.isuhangat.net/2009/12/29/dosa-yang-lebih-besar-dari-berzina/#more-396

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam.

Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”.

Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata,“Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."

“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut.

“Saya takut mengatakannya.jawab wanita cantik.

“Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya… telah berzina. “

Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun… lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya… cekik lehernya sampai… tewas,” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.

Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik,

“Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”… teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya.

Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya?Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.

Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,

“Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya."

Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”

” Ada !” jawab Jibril dengan tegas.

“Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.

Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina” .

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.

Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dirujuk daripada buku 30 kisah teladan – KH Abdurrahman Arroisy

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan :

Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.

Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub.Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

Wallahualam…

Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.

Wassalamu’alaikum wbt..

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104:105)

Sunday, December 20, 2009

Xmas 2009

Seronok ler Xmas tahun ni ada heavy snow.





Jalan-jalan round Xmas market in Albert Square, Manchester



KHINZIR PANGGANG BESAR BANGAT!






Friday, November 27, 2009

Shin chan???


Shin chan is real.

Tuesday, November 17, 2009

At 22 weeks

Dah lama enggak menulis. Penat sungguh menjadi seorang bakal ibu yang berulang alik ke lab setiap hari. Tak berkesempatan nak menulis panjang sebab terlalu bz bz bz collecting data. Alhamdulillah, betul la orang kata "U will start getting nice results in your third year"

Guess what? The normally everyday 'to and fro' 10 mins walk to school becomes half-an-hour marathon. My tummy is not that huge like typical 5-6 months preggies, but the burden it carries makes me wanna stumble at every step.

(BUKAN PERUT AKU)

"Active baby" said the lady sonographer, smiling, during my 20 weeks scan. "Oh yes, the baby's been me kicking a loooot!" and I grinned. The high and low of being a mother-to-be, now I can feeeeeeeel them all! Ini baby belum keluar lagi... Oh sahabatku, jangan sekali-kali menderhaka pada ibu kamu sekalian...

Several highlights of my pregnancy:
  • I'm carrying the baby low down- a baby BOY sign?
  • No longer enthusiastic for shopping in the city, can't stand walking around for too long
  • My back hurts everytime I bend
  • The frequency of going to the loo had been increasing steadily to an average >10 times per day
  • I MUST have lunch at around 11, or 11.30 at the latest, as not to suffer getting nauseatic
The SV has been so nice to me. Being a mum, she knows what I'm going through (even though she did not suffer alahan masa first trimester). She even said "My son is the best thing ever happened to me". Comel gile kan? Ni la hikmah dapat mum SV :)

Tomorrow morning I'm gonna see my midwife again. Hope to get some positive news from the test results InsyaAllah.